Ngambil Makna Sepanjang Pelatihan Guru Melek Film Bandung

By May 20, 2019 event
pelatihan guru melek film bandung

Bismillah. Begitu mendapat email dari Kampus Guru Cikal tentang lolos seleksi jadi peserta GMF, rasanya berdebar banget dong. ???? Selain harus ngolo alias merayu suami untuk nemenin Khanza selama bundanya workshop, juga menyiapkan amunisi berharga berupa bekal pengetahuan jelang pelatihan.

Sebelum mengikuti acara Guru Melek Film di SMKN 5 Bandung, peserta harus mengisi asesmen pra pelatihan. Kemudian tercenganglah saya karena skor yang didapat dari 25 soal hanyalah 14 poin. ???????????? Mesti banyak belajar lagi memang ????.

Alhamdulillah saat hari H pelatihan, ruar biasa dapat insight baru seputar film. Kagum sama mereka yang tak kalah oleh jarak. Datang jauh-jauh dari luar Bandung. Seperti teman sebangku saya yang datang dari Depok sendiri pakai travel. Salut. Aku bisa nggak ya keluar kota sendirian ???????????? yang pasti mah harus bernyali lebih dan mengantongi ijin suami. Terutama mempertimbangkan si kecil untuk dibawa atau ditinggal. ????

Jadi gini gengs… Sebelum masuk ke materi inti. ???? Ada menit-menit awal paling gereget karena diajak main Uno Stacko dengan balok kayu. Yups, rekan saya dari KGB Bandung sengaja membawanya untuk mengakrabkan suasana. Selain dibikin degdegan karena tantangan mainnya, juga dibuat mikir dengan perhitungan operasi kali dan tambah pada dadu permainan. Ow geningan main kayak gini rame juga. Sampai lupa waktu. Tahu-tahu saja panitia udah kasih tanda workshop akan segera dimulai. ???? Terus efeknya, malah ingin beli dan main bareng anak- anak di kelas. Kepikiran juga untuk modif baloknya pakai stiker biar bisa main bareng anak balita di rumah. ????

Ngambil Makna Sepanjang Pelatihan

Workshop GMF ini dipandu oleh Sinedu: Kak Anggun, Kak Monica, dan Kak Maman dari Kampus Guru Cikal. Ada juga Kak Bambang yang sibuk mengabadikan momen dari setiap penjuru ruangan. Saya pun lebih banyak mencatat dibanding mengacungkan tangan untuk bertanya. ????

FILM. Siapa sih disini yang nggak suka film? Eh tadinya sih mau ngacung karena jujur aja saya kadang lebih suka baca dibanding nonton. Bahkan belakangan dramkor puluhan gigabyte saya hapus karena intensitas menonton mulai menghilang. ???? Namun saya tak pungkiri film selain menghibur juga punya pesan yang lekat dalam ingatan.

Apa film yang masih lekat dalam ingatan?

Film Hicki. ???? Yups, film yang saya tonton bareng anak-anak ini berhasil membuat mereka malah niru sindrom Tourette yang dialami tokoh utama. Namun bukan itu sebenarnya. Harapannya anak-anak bisa beranjak pesimisme dan keterbatasan untuk membuktikan pada dunia bahwa mereka bisa berprestasi. Seperti anak-anak kelas F dalam film Hicki yang diperankan Rani Mukherjee.

Diskusi Film

Banyak hal yang bisa dijadikan bahan diskusi dalam film. Aspek ini meliputi 4 kategori.

Pertama, aspek Bahasa. Ini penting karena diskusi bahasa berarti memahami bagaimana film membangun maknanya. Misalnya menggali topik tentang kata-kata dalam film yang tak dipahami, adegan paling menarik, dan bagian-bagian dalam film yang dikaitkan dengan nilai pembelajaran.

Kedua, aspek Representasi. Film menjadi gambaran yang mewakili realitas. Tapi bukan realitas itu sendiri. Anak diajak untuk mengaitkan beberapa bagian dalam film dengan kehidupan mereka. Misalnya bagaimana perasaan mereka jika harus mengalami kejadian dalam film. Atau untuk anak yang usia kelas kecil bisa diajak untuk membuat pohon keluarga setelah menonton film Keluarga Cemara.

Ketiga, aspek Produksi. Memahami bagaimana dan mengapa sebuah film hadir. Pertanyaan yang bisa digali seputar alasan di balik pembuatan film, pemeran utama, sikap tokoh yang patut diteladani, atau riset sederhana lainnya.

Keempat, aspek Publik. Ini pun penting sebagai poin memahami bagaimana publik menggunakan dan memaknai film. Menggali alasan apakah mereka suka atau tidak pada film yang ditonton. Siapa yang perlu menonton film A? Aspek ini lebih menekankan pada review atau rekomendasi film tertentu.

Simulasi Tebak Film

Ini bagian paling gereget. Kuncinya dalam komunikasi isyarat dan tebak-tebakan. Siapapun akan terhibur dan antusias jika terlibat simulasi. Lucunya saat menunjukkan gaya tertentu dengan beragam ekspresi dan persepsi. Tebakan film Harry Potter jadi meleset ke Mancing Mania. ???????? gegara gesture yang makin lucu sampai ke orang terakhir. Sejak kapan Mancing Mania jadi judul film. ????

Kepikiran untuk improve simulasi di kelas. Komunigaya berakhir tebak kata atau doodle estafet. ????

Kok Melek Film Penting Banget?

Ini jadi alasan mendasar kenapa saya ikut acara ini. Guru jaman milenial ketemu anak generasi alpha butuh amunisi luar biasa. Anak jaman sekarang bukan lagi konsumen film 5-6 jam bahkan bisa menciptakan konten film pendek. Gurunya? Jujur saja saya pernah buat film pendek jaman kuliah dulu. Tapi kalau menggunakan film dalam pembelajaran memang masih awam.

Dulu pernah mengajak anak-anak kelas 8 diskusi film The Guardian of Gahoolesaat mengajar Bahasa Indonesia untuk materi resensi film. Kini mengajar Prakarya, jadi garuk-garuk kepala karena ladang film yang sesuai mungkin terbatas. Eh nyatanya film apapun bisa jadi inspirasi pembelajaran lintas mapel. Asalkan memang berkaitan dengan tujuan pembelajaran. Sudah saatnya memetakan film apa yang tepat dan jadi insight dalam pembelajaran kreatif tahun depan?

Strategi Melek Film

  • Guru wajib nonton dulu sebelum menyajikan film pada murid. ???? Yups. Jangan sampai gelagapan pause di tengah anak menonton karena ada hal yang tak layak untuk dilihat.
  • Membuat modul pasca menonton agar pembelajaran lebih terarah
  • Pastikan film yang dipilih tepat dan durasinya disesuaikan dengan jam pembelajaran. Bila perlu cutting adegan film yang diperlukan.
  • Film bisa digunakan dalam tahap apersepsi/eksplorasi/elaborasi/konfirmasi.
  • Buku cerita pun bisa ditonton dengan cara scan buku menjadi layar slide show yang menarik.

Alhamdulillah rangkaian acara guru melek film ini menjadi bekal berharga untuk menyambut tahun pelajaran baru. Mulai eksplor film yang kece untuk sharing bersama anak didik seperti lewat Sinedu.id atau film lainnya yang memang sudah dipertimbangkan rating dan genrenya yang tepat. Semangat berliterasi lewat film edukatif! ????????

#KampusGuruCikal #KomunitasGuruBelajarBandung

 

Ditulis oleh: Wildaini Sholihah, guru di SMP Hikmah Teladan

sumber: https://jundiurna92.wordpress.com/2019/05/19/workshop-guru-melek-film-bersama-kampus-guru-cikal-sinedu-id-dan-kgb-bandung/

 

author sinedu

About author sinedu

Leave a Reply