Kulari ke Pantai, sebuah film anak dan keluarga masa kini.

By July 18, 2018 news
kulari ke pantai

Setelah terbuai oleh beberapa film superhero yang tayang di bioskop secara beruntun, film Kulari ke Pantai merupakan film anak Indonesia yang dapat membawa keluarga dan anak-anak kembali pada kenyataan. Film ini berkisah tentang perjalanan darat seorang perempuan dewasa (Ibu Uci) dan dua anak perempuan saudara sepupu yang memiliki karakter sangat berbeda (Sam dan Happy) dari Jakarta menuju Banyuwangi. Perjalanan mereka diwarnai dengan berbagai peristiwa menarik khas perjalanan liburan saudara sepupu. Alur cerita diceritakan dalam dialog yang sederhana, diperankan oleh berbagai karakter menarik dan dibalut dengan pengambilan gambar yang dekat dengan penonton. Hal ini membuat film ini menjadi salah satu film anak terbaik di tahun ini.

Pada Minggu, 8 Juli 2018 Sinedu.id mengadakan nonton bareng dan diskusi bersama para sineas dibalik layar Kulari ke Pantai, Mira Lesmana (produser dan penulis skenario), Riri Riza (sutradara dan penulis skenario), Gina S Noer (penulis skenario) serta artis pemeran film Lil’li Latisha (Happy) dan Fadlan Rizal (Wahyu). Sebanyak 70 orang nonton bareng di studio 5 Cinema XXI dan lebih dari 30 orang mengikut diskusi yang diadakan sesaat setelahnya di Nam-Nam Resto. Dalam diskusi ini, peserta dapat mengapresiasi, bertanya dan berbagi pendapat secara langsung kepada para sineas. Dalam waktu hampir dua jam, Mba Mira, Mas Riri dan Mba Gina secara bergantian dan gembira menjawab belasan pertanyaan dan mendengar berbagai apresiasi yang disampaikan oleh peserta yang beragam usia, pekerjaan dan pendidikan. Pertanyaan-pertanyaan seputar aspek produksi, seperti “Apa alasan memilih pulau Rote?”, “Bagaimana tantangan melakukan syuting perjalanan?” sampai “Apa makna dibalik penggunaan mobil berpintu biru sebelah?” dijawab secara bergantian dan mendalam. Tidak hanya menjawab pertanyaan seputar proses pembuatan film Kulari ke Pantai, mereka juga dengan senang hati dan serius membagikan pengalaman berkarya di industri perfilman Indonesia. Contohnya ketika seorang peserta bertanya kepada mas Riri bagaimana cara mendekatkan diri kepada anak-anak selama proses produksi dan membangun mood anak untuk berakting. Kehadiran para pemain film juga menarik perhatian peserta diskusi untuk bertanya. Film ini didominasi percakapan antara anak dengan anak. Hal ini tentunya membutuhkan kemampuan akting yang baik dan chemistry yang kuat. Beberapa pemeran dalam film ini merupakan pemeran drama musikal Petualangan Sherina, sehingga chemistry diantara mereka sudah terbangun. Namun, tentunya pertunjukan teater sangat berbeda dengan syuting film. Hal ini menarik perhatian seorang peserta diskusi yang langsung menanyakan hal ini kepada Lil’ly dan Fadlan.

Keseruan dan kehangatan diskusi ini akhirnya harus ditutup dengan foto bersama seluruh peserta diskusi dan sineas yang hadir. Dengan mengadakan diskusi ini, Sinedu.id berharap dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis para penonton sekaligus memberikan gambaran market kepada para sineas. Sampai jumpa di diskusi layer sinedu lainnya.

author sinedu

About author sinedu

Leave a Reply